Ulasan Cerita Rakyat "Timun Mas"

Cerita Rakyat: Timun Mas

Orientasi  
    Cerita rakyat "Timun Mas" merupakan kisah yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khususnya daerah Jawa Tengah. Cerita yang mengisahkan tentang seorang wanita yang menginginkan seorang anak ini memiliki pesan moral yang baik untuk disampaikan kepada generasi muda dan dijadikan sebagai pembelajaran.

Analisis  
    Tema utama dalam cerita ini, yaitu penunaian janji serta perjuangan dan ketabahan dalam menghadapi segala tantangan yang menghampiri selama hidup. Cerita ini dengan tersirat menyampaikan bahwa kita harus tetap berjuang dan bersabar dalam menginginkan sesuatu dan memperjuangkan sesuatu.  
    Kisah ini diawali dengan seorang janda, si Mbok, yang hidup sebatang kara dan menginginkan seorang anak untuk menemaninya. Ia pun akhirnya mendapatkan biji mentimun yang akan tumbuh dan sosok bayi mungil nan lucu akan hadir di dalam mentimun tersebut. Benih mentimun tersebut didapatkan oleh si Mbok dari seorang raksasa dengan syarat, jika bayi tersebut sudah beranjak dewasa, maka akan dikembalikan lagi kepadanya untuk disantap. Namun pada akhirnya, si Mbok tidak menepati janjinya; ia menyuruh anak yang telah ia rawat tersebut, Timun Mas, untuk lari dari kejaran raksasa dengan membekalinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi yang didapatkan si Mbok dari seorang petapa. Timun Mas pun berhasil selamat dari kejaran sang raksasa dan hidup bahagia bersama si Mbok, ibu yang telah merawatnya.  
    Dari alur yang telah dipaparkan di atas, dapat dikatakan bahwa tokoh utama dalam cerita ini, yaitu Timun Mas dan si Mbok, serta raksasa yang berperan sebagai antagonis dalam cerita.

Evaluasi  
    Cerita "Timun Mas" disusun dengan pesan moral yang sangat baik untuk dapat diajarkan kepada generasi muda bangsa. Kisah ini mengajarkan kepada kita arti dari pantang menyerah dan ketabahan. Dengan cerita rakyat ini, diharapkan dapat meningkatkan daya baca karena ceritanya yang menarik dan tidak monoton serta penyampaian yang sederhana. Namun, beberapa pembaca pasti merasa bahwa cerita ini tidak memberikan pesan yang baik, khususnya mengenai penepatan janji si Mbok kepada sang raksasa.

Kesimpulan  
    Dapat disimpulkan bahwa walaupun cerita ini terdapat pesan moral yang kurang baik dalam menepati janji, tetapi pengarang telah berhasil menyampaikan pesan lainnya yang tak kalah penting, yaitu mengenai perjuangan dan ketabahan yang dapat diajarkan kepada generasi muda bangsa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ODILON

Ulasan Puisi "Aku Ingin" Karya Sapardi Djoko Damono