Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

ODILON

     S ang penguasa malam kian menghilang. Angsa jantan itu tertatih meninggalkan telaga indah, ditaburi bintang akibat pantulan tirta yang begitu menakjubkan. Ah, benar, kalian pasti bertanya-tanya tentang kata ‘tertatih’, bukan? Ya, seperti yang kalian pikirkan, makhluk indah itu terbaring lemas di pinggir telaga dengan luka di sekujur sayapnya.      Odilon, isak tangisnya yang begitu lirih terdengar bagai lantunan melodi pengantar tidur nan indah bagi para penghuni hutan. Tak ada satu pun yang peduli. Mereka benar-benar kecewa dengan apa yang baru saja terjadi. Pertunjukan yang mereka nantikan, mereka idam-idamkan, dan mereka damba-dambakan seketika sirna direnggut oleh keheningan malam. Hanya dengan satu kepakan sayap yang makhluk itu lakukan, mampu membuat keheningan malam itu sirna digantikan riuhnya pertanyaan dari para penghuni hutan.      “Di mana Odette?”      Hinaan dan cacian mereka layangkan untuk sang A...

Sang Boneka Cantik

Sang Boneka Cantik Tersenyum indah nan anggun, tetapi pelik Menyapa semerbak harum nan sejuk, tetapi anyir Apa yang terjadi dengan koleksi sang Anyelir?  Rumah kaca nan mengkilat di bawah sang bumantara Dersik indah membelai para bunga penghias rumah kaca Para taru menunduk sopan kepada sukma tanpa raga Mengukir rasa iri pada Sang Hera yang melihatnya  Semua memuja sang Boneka Cantik Kulit putih layaknya sang Putri Ranum merekah layaknya beri Tangan lentik menari di piano antik Tubuh tanpa cacat Akal sehat nan terawat Bakat mengalir layaknya air menuju hilir Sungguh, begitu sempurna koleksi sang Anyelir Muna-muni para burung mengalun bebas di angkasa Hanya mengenal tanpa menyapa Namun, seperti tahu akan segalanya “Begitu menggelikan,” boneka itu berbicara Cacat tersembunyi di balik ego yang membara Bagai sukma tanpa raga Manis namun pahit Tertawa namun terhimpit Retakkan di setiap rangkanya Merah di setiap pergelangannya Batin menjerit meminta pertolongan-Nya Ya, semua hanyal...