ODILON
S ang penguasa malam kian menghilang. Angsa jantan itu tertatih meninggalkan telaga indah, ditaburi bintang akibat pantulan tirta yang begitu menakjubkan. Ah, benar, kalian pasti bertanya-tanya tentang kata ‘tertatih’, bukan? Ya, seperti yang kalian pikirkan, makhluk indah itu terbaring lemas di pinggir telaga dengan luka di sekujur sayapnya. Odilon, isak tangisnya yang begitu lirih terdengar bagai lantunan melodi pengantar tidur nan indah bagi para penghuni hutan. Tak ada satu pun yang peduli. Mereka benar-benar kecewa dengan apa yang baru saja terjadi. Pertunjukan yang mereka nantikan, mereka idam-idamkan, dan mereka damba-dambakan seketika sirna direnggut oleh keheningan malam. Hanya dengan satu kepakan sayap yang makhluk itu lakukan, mampu membuat keheningan malam itu sirna digantikan riuhnya pertanyaan dari para penghuni hutan. “Di mana Odette?” Hinaan dan cacian mereka layangkan untuk sang A...